Rabu, 31 Juli 2013

Anda ingin pindah kerja?




10 Tanda Anda Harus Pindah Kerja
Oleh Lika Aprilia Samiadi | Yahoo She – Jum, 20 Jan 2012 12:45 WIB
Rata-rata jam kerja pegawai kantoran adalah 8 hingga 9 jam. Artinya, setiap hari, Anda menghabiskan sepertiga hidup Anda di kantor. Sia-sia sekali rasanya jika waktu sebanyak ini dihabiskan dengan mengeluh dan berbagai hal lain yang membuat Anda tak bahagia. Mungkin sudah saatnya Anda mengundurkan diri dan pindah kerja ke perusahaan lain, atau jadi pengusaha?

Jika Anda mengalami 10 hal berikut ini, tandanya Anda memang harus segera mengucap selamat tinggal pada rekan kerja.


1. Anda begitu membenci hari Senin
Merasa sedih saat weekend berakhir dan Senin kembali datang itu hal yang wajar. Tapi jika Anda membayangkan masuk kantor, bekerja, bertemu bos, bertemu rekan kerja, dan semua yang akan terjadi hari Senin, lalu Anda merasa muak, takut, bahkan stres, artinya Anda memang tak ingin berada di sana. Mungkin Anda hanya bertahan hanya demi punya pekerjaan? Tapi untuk apa menyiksa diri dan menghabiskan sepertiga hidup Anda di tempat yang Anda benci, sementara banyak orang lainnya yang menikmati pekerjaan mereka?

2. Anda bekerja tak dengan hati
Pekerjaan yang ideal adalah saat kita mengerjakan apa yang kita cintai. Memang tak semua orang seberuntung itu, tapi jika Anda mencintai pekerjaan Anda, melakukan aktivitas sehari-hari di kantor pun tak akan terasa berat. Bahkan jika pekerjaan Anda berat, Anda masih bisa bersenang-senang di kantor. Namun jika Anda mulai merasa terpaksa, atau bahkan benci, mengerjakan tugas di kantor, sampai Anda mencari-cari alasan untuk tak masuk kantor, untuk apa dilanjutkan?

3. Hubungan dengan bos tidak baik
Bos galak itu biasa. Yang harus diwaspadai adalah jika hubungan Anda dengan bos lebih buruk dibanding hubungan bos dengan rekan-rekan kerja Anda. Merupakan pertanda buruk pula jika Anda sampai harus menyelesaikan masalah Anda dengan bos lewat atasan bos Anda, atau lewat departemen SDM (HRD).

4. Kemampuan Anda tak dianggap
Anda lulusan S2 manajemen, namun di kantor ini Anda hanya diberi tugas mengerjakan hal-hal remeh. Berkali-kali Anda meminta naik jabatan atau diberi tanggung jawab lebih, namun permohonan itu tak pernah digubris. Jangan sia-siakan bakat dan potensi Anda untuk perusahaan yang tak menghargainya.

5. Masa depan perusahaan Anda tak jelas
Perusahaan Anda terlilit utang, beberapa departemen ditutup, sejumlah besar karyawan diberhentikan, gaji sudah tak dibayarkan selama dua bulan. Jika perusahaan diibaratkan perahu, segeralah Anda menyelamatkan diri sebelum ikut tenggelam.

6. Prinsip Anda dan perusahaan tak sejalan
Anda adalah orang yang sangat mencintai lingkungan, namun Anda bekerja di perusahaan yang dikenal suka mencemari lingkungan. Awalnya mungkin Anda masih bisa berkompromi, tapi jika hal ini tetap mengganggu Anda dan bahkan membuat Anda stres, carilah perusahaan lain yang sejalan dengan prinsip Anda.

7. Gaji Anda tak memadai
Biasanya fresh graduate alias yang baru lulus kuliah dan memiliki nol pengalaman masih mau menerima pekerjaan dengan gaji di bawah standar. Tapi itu pun seharusnya disertai catatan bahwa dalam setahun atau dua tahun akan ada kenaikan gaji. Jika usia Anda sudah lebih dari 27 tahun dan Anda masih digaji di bawah standar, padahal pekerjaan yang sama di perusahaan lain gajinya berkali lipat, saatnya Anda cari kesempatan lain. Tentu saja ini berlaku jika permintaan Anda untuk naik gaji tak pernah digubris.

8. Anda tak suka rekan-rekan kerja Anda
Pekerjaan yang berat akan terasa ringan dan menyenangkan jika dikerjakan bersama orang-orang yang Anda cintai. Bahkan rekan-rekan kerja bisa jadi alasan kita untuk bersemangat berangkat kerja di hari Senin. Tapi jika Anda tak punya teman dekat di kantor, atau sama sekali tak bergaul dengan mereka karena merasa tak cocok, makan siang selalu sendiri, rekan-rekan kerja memperlakukan Anda dengan tidak baik, dan Anda sering terlibat pertengkaran dengan rekan kerja, saatnya ucapkan selamat tinggal pada mereka.

9. Anda makan gaji buta
Yang Anda lakukan di kantor sebagian besar adalah browsing di internet yang tak berhubungan dengan pekerjaan, lalu nongkrong, lalu ngobrol-ngobrol dengan rekan kerja, dan tak mengerjakan apapun. Enak memang, karena Anda tetap digaji meskipun Anda tak berkontribusi. Tapi ini artinya Anda "tak dianggap" oleh perusahaan. Anda produktif atau tidak, perusahaan tak peduli. Bahkan mungkin Anda tak masuk kantor pun tak ada pengaruhnya bagi keseluruhan alur kerja perusahaan. Waspadalah, bisa-bisa Anda didepak dari perusahaan karena larut dalam perilaku "makan gaji buta" ini.

10. Anda masih mencari-cari lowongan pekerjaan di tempat lain
Tak ada salahnya mencari tahu peluang dan kesempatan apa yang ada di luar sana. Namun jika sebagian besar waktu Anda dihabiskan dengan mencari lowongan kerja di internet, atau setiap bertemu teman Anda selalu berkata, "Ada lowongan nggak, di kantormu?", artinya Anda memang benar-benar ingin keluar dari perusahaan Anda. Ikutilah kata hati itu.

http://id.she.yahoo.com/10-tanda-anda-harus-pindah-kerja.html



Jumat, 16 November 2012

SABAR bukan berarti lemah dan bodoh



SABAR bukan berarti lemah dan bodoh
              Suatu saat kita naik mobil angkutan umum dari kota A menuju kota B. Tarif angkutan yang berlaku resmi adalah  Rp. 15.000,- . Sopir mobil angkutan yang kita tumpangi  telah menarik ongkos Rp 30.000,-. Kita disuruhnya bersabar atas perlakuan ini, alasannya sabar adalah perilaku terpuji. Kemudian mobil yang kita tumpangi tersesat jalan karena ternyata sopirnya belum hafal jalan. Kita telah berkorban uang dan waktu, sementara rombongan- rombongan yang lain sudah sampai ke kota B, dengan mobil dan sopir angkot yang lain tentunya, kemudian sopir kita lagi-lagi menyuruh kita bersabar, dan meminta ongkos tambahan lagi karena jarak tempuhnya menjadi lebih jauh sebab tersesat tadi. Lagi-lagi sopir kita menyuruh kita bersabar dan bersabar.
Apakah kalau kita patuh dan taat pada sopir dengan dalih sabar, kita juga akan tetap patuh dan bersabar?
Jawaban anda menggambarkan kualitas pemahaman anda akan makna sabar yang sebenarnya.

Selasa, 23 Oktober 2012

KESOMBONGAN



Janganlah orang sholih merasa lebih suci daripada orang lain
Dikisahkan bahwa Nabi ‘Isa AS sedang berjalan bersama para umatnya yang sholih-sholih.
Ada seseorang  yang merasa sedih dan hina karena telah banyak berbuat dosa,  ia menyesalinya dan bertaubat memohon ampunan kepada Allah. Melihat rombongan Nabi ‘Isa AS tersebut, dalam hati ia memohon, alangkah bahagianya apabila ia dapat bergabung dalam rombongan orang-orang sholih bersama Nabi ‘Isa AS. Ternyata Allah telah menerima taubatnya, dan telah mengampuninya dan mengabulkan keinginanya dapat bergabung bersama rombangan Nabi ‘Isa AS.
Tetapi orang-orang Sholih pengikut Nabi merasa risih dan merasa tidak pantas didatangi orang yang pernah bergelimang dosa.
Allah murka dengan kesombongan orang-orang sholih tersebut, dan menyatakan  bahwa orang-orang sholih tersebut menjadi orang-orang yang kosong, zero, nol, artinya semua amal sholihnya telah sirna karena kesombongannya dan telah meremehkan ampunan-Nya. Dan Allah telah menyatakan  bahwa orang  yang tadinya bergelimang dosa dan telah bertaubat, menjadi seseorang yang dinyatakan menjadi orang  Sholih, jauh lebih mulia di atas orang-orang yang telah kosong. Mengapa? Ternyata manusia tidak boleh “ngilani” maghfirah-Nya…..
Subkhanaka laa ‘ilma lana illa maa ‘ngallamtana innaka antal ‘aliimul khakiim.

KISAH TELADAN


Janganlah berbelok, tapi tidak menyadari
Pada awalnya, Si Fulan taat dan bertaqwa kpd Allah, ikhlas  karena mengharap ridho Allah
Pada awalnya, Si Fulan menjauhi semua perbuatan dosa, juga ikhlas karena mengharap ridho Allah
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun, Si Fulan tetap istiqomah dan menjadi terkenal sebagai orang yang sholih.
Kemudian Si Fulan disebut orang sebagai orang alim, pemuka Agama, dihormati orang. Dan Si Fulan berganti sebutan menjadi Kyai Fulan, menjadi imam di sebuah masjid.
Sang Kyai Fulan, juga manusia biasa, yang juga terkadang mempunyai sifat ingin malas beribadah.
Sang Kyai Fulan, juga manusia biasa, yang juga terkadang mempunyai sifat ingin berbuat dosa.
Tapi Sang Kyai Fulan tetap berusaha menjadi rajin beribadah, karena merasa tidak pantas jika Kyai kok malas beribadah.
Tapi Sang Kyai Fulan tetap berusaha menghindari berbuat dosa, karena merasa tidak pantas jika kyai kok berbuat dosa.
Ada yang berbelok pada diri Sang Kyai Fulan, tapi tidak disadarinya, yaitu niatnya.
Dahulu niat beribadah dan menghindari perbuatan dosa karena ikhlas mengharap ridho Allah, tapi kemudian niat  itu berbelok  menjadi karena merasa tidak pantas, karena sebutan yang telah melekat padanya. Apakah Si Fulan masih pantas disebut ikhlas?
Dikisahkan, bahwa dahulu Nabi Musa  AS pernah sakit gigi, kemudian beliau mengadu kepada Allah tentang sakit giginya itu, karena memang beliau adalah nabi yang dianugerahi dapat berkonsultasi langsung kapada Allah. Nabi Musa mendapatkan petunjuk agar mencari sejenis rumput di suatu tempat, kemudian mengunyahnya untuk mengobati sakit giginya itu. Ketemulah rumput tersebut, dikunyah dan sembuhlah sakit giginya.
Suatu saat di kemudian hari, Nabi Musa AS sakit gigi lagi, kemudian beliau pergi mencari rumput itu lagi dan mengunyahnya, tapi rumput tersebut tidak mampu mengobati sakit giginya. Sakit giginya malah tambah parah. Lantas beliau mengadu kepada Allah lagi, mengapa rumput itu tidak menjadi obat lagi.
Akhirnya Allah memberi  teguran kepada Nabi Musa AS, bahwa dulu pada sakit giginya yang pertama beliau ingat kepada Allah, tapi pada sakit giginya yang ke dua, beliau hanya ingat kepada rumput.
Subkhanaka laa ‘ilma lana illa maa ‘ngallamtana innaka antal ‘aliimul khakiim.