- login dengan akun facebook anda
- klik segitiga biru kecil di sebelah gambar gembok disamping tulisan beranda di kanan atas laman facebook
- klik pengaturan pada pilihan yang muncul di bawah segitiga kecil itu, klik keamanan di sebelah kiri
- klik non aktifkan akun anda di sebelah bawah, tulisan ini kecil berwarna biru
Jumat, 08 Mei 2015
cara berhenti atau menghapus akun facebook anda
cara berhenti atau menghapus akun facebook
Minggu, 19 April 2015
Pilih Sembuh atau Meninggal ?
Tersebutlah dua orang raja yang sedang menderita sakit keras, Raja Sarron yang jahat, dan Raja Khoiron yang baik lagi dermawan.
Diperintahkannya seluruh tabib dan paranormal di ke dua kerajaan itu untuk mengupayakan obat bagi kesembuhan Sang Raja masing-masing.
Raja Sarron Jahat telah menemukan obatnya dan atas anugrah dari Yang Maha Kuasa sembuhlah ia.
Raja Khoiron Dermawan tidak menemukan obatnya, sakitnya bertambah parah, dan meninggal.
Para malaikat komplain dan protes kepada Komandan Malaikat, supaya memohon klarifikasi kepada Yang Maha Kuasa atas fenomena "ketidak adilan" ini, mengapa Si Jahat malah diberi anugrah kesembuhan namun Si Dermawan dibiarkanNya tambah parah dan dicabut nyawanya.
Menghadaplah Komandan Malaikat kepada Yang Maha Kuasa memohon penjelasan dan klarifikasi.
Setelah mendapatkan penjelasan, maka diadakanlah sidang para wakil malaikat untuk mendengarkan klarifikasi yang dibawa oleh Sang Komandan Malaikat.
Walaupun Si Jahat Sarron selama hidupnya selalu dan banyak berbuat jahat, namun ia mempunyai sedikit amal kebajikan, dan anugrah kesmbuhan itu sebagai balasan dari Yang Maha Kuasa atas sedikit kebaikannya itu, dan dipanjangkan umur Si Jahat agar diberi kesempatan untuk bertaubat dan memperbaiki diri.
Sedangkan Si Raja Dermawan Khoiron walaupun seumur hidupnya penuh dengan amal kebaikan, dia ternyata mempunyai sedikit dosa karena amal buruknya, dan sakit yang bertambah parah hingga meninggalnya sebagai tebusan atas sedikit dosanya itu, dan dia kembali kepada Tuhannya menuju kebahagiaan abadi dalam keadaan sudah bersih dari dosa.
Barang siapa dapat bersabar atas musibah yang menimpa, maka ia akan mendapatkan dua keutamaan, yaitu mendapatkan pahala atas kesabarannya dan mendapatkan ampunan atas dosanya.
Barang siapa tidak dapat bersabar atas musibah yang menimpa, maka dia akan rugi dua perkara, dan aku begitu takut untuk menuliskannya.
Diperintahkannya seluruh tabib dan paranormal di ke dua kerajaan itu untuk mengupayakan obat bagi kesembuhan Sang Raja masing-masing.
Raja Sarron Jahat telah menemukan obatnya dan atas anugrah dari Yang Maha Kuasa sembuhlah ia.
Raja Khoiron Dermawan tidak menemukan obatnya, sakitnya bertambah parah, dan meninggal.
Para malaikat komplain dan protes kepada Komandan Malaikat, supaya memohon klarifikasi kepada Yang Maha Kuasa atas fenomena "ketidak adilan" ini, mengapa Si Jahat malah diberi anugrah kesembuhan namun Si Dermawan dibiarkanNya tambah parah dan dicabut nyawanya.
Menghadaplah Komandan Malaikat kepada Yang Maha Kuasa memohon penjelasan dan klarifikasi.
Setelah mendapatkan penjelasan, maka diadakanlah sidang para wakil malaikat untuk mendengarkan klarifikasi yang dibawa oleh Sang Komandan Malaikat.
Walaupun Si Jahat Sarron selama hidupnya selalu dan banyak berbuat jahat, namun ia mempunyai sedikit amal kebajikan, dan anugrah kesmbuhan itu sebagai balasan dari Yang Maha Kuasa atas sedikit kebaikannya itu, dan dipanjangkan umur Si Jahat agar diberi kesempatan untuk bertaubat dan memperbaiki diri.
Sedangkan Si Raja Dermawan Khoiron walaupun seumur hidupnya penuh dengan amal kebaikan, dia ternyata mempunyai sedikit dosa karena amal buruknya, dan sakit yang bertambah parah hingga meninggalnya sebagai tebusan atas sedikit dosanya itu, dan dia kembali kepada Tuhannya menuju kebahagiaan abadi dalam keadaan sudah bersih dari dosa.
Barang siapa dapat bersabar atas musibah yang menimpa, maka ia akan mendapatkan dua keutamaan, yaitu mendapatkan pahala atas kesabarannya dan mendapatkan ampunan atas dosanya.
Barang siapa tidak dapat bersabar atas musibah yang menimpa, maka dia akan rugi dua perkara, dan aku begitu takut untuk menuliskannya.
Sabtu, 14 Maret 2015
Kisah Santri Kecil dan hantu Gendruwo
tersebutlah seorang santri kecil bernama Zaid, ia baru permulaan mengaji, dan baru satu do'a yang dia hapal, yaitu do'a mau makan
ketika pulang mengaji ba'da isya di tengah perjalanan pulang dihadang oleh hantu gendruwo yang nampak besar dan mengerikan
refleks Zaid langsung membaca do'a yang dia hapal "Allohumma bariklana fiimaa rozaqtana waqina 'adzabannaar, amiin"
efeknya luar biasa ...
hantu gendruwo ketakutaan, dan menghilang, kemudian sang hantu menghadap komandannya, memberikan laporan hasil kerjanya:
"lapor komandan, saya kapok menakuti manusia, manusia sekarang sdh semakin berani, bahkan seorang anak kecil saja hendak memakanku , tadi"
ketika pulang mengaji ba'da isya di tengah perjalanan pulang dihadang oleh hantu gendruwo yang nampak besar dan mengerikan
refleks Zaid langsung membaca do'a yang dia hapal "Allohumma bariklana fiimaa rozaqtana waqina 'adzabannaar, amiin"
efeknya luar biasa ...
hantu gendruwo ketakutaan, dan menghilang, kemudian sang hantu menghadap komandannya, memberikan laporan hasil kerjanya:
"lapor komandan, saya kapok menakuti manusia, manusia sekarang sdh semakin berani, bahkan seorang anak kecil saja hendak memakanku , tadi"
kisah anakan elang dan anakan ayam
suatu ketika seorang petani mengambil 1 butir telur elang dari sarangnya, kemudian menggabungkannya ke sarang telur ayam di rumahnya. Hingga menetaslah menjadi elang kecil yang bersama dengan ayam ayam kecil, dan diasuh oleh indukan ayam. Hingga elang kecil itu tumbuh menjadi elang remaja, sebutlah namanya elang remaja "A", ia tetap seperti ayam, tidak bisa terbang tinggi dan mencari makan dengan menceker-cekerkan kakinya mengais mencari binatang kecil di tanah dan semak-semak. suatu ketika seekor elang remaja "B" mendatangi sekelompok ayam yang terdapat elang remaja "A" di situ, elang "B" heran mengapa ada temanku cara hidupnya seperti ayam? disadarkannya elang "A" bahwa dirinya adalah elang, bukan ayam , elang yang dapat terbang tinggi ke mana-mana, diajarkannya cara terbang tinggi dan mencari makan di hutan lain yang luas tak terbatas. berkat bimbingan elang "B" maka kini elang "A" menjadi elang yang benar-benar elang. Elang dengan segala potensi dan bakat elang yang sesungguhnya setelah sekian lama salah asuhan dalam indukan ayam.
Semoga sekolah-sekolah di Indonesia bukan menjadi "indukan ayam" yang mengasuh generasi muda "elang" yang penuh potensi luar biasa.
Semoga sekolah-sekolah di Indonesia bukan menjadi "indukan ayam" yang mengasuh generasi muda "elang" yang penuh potensi luar biasa.
Langganan:
Postingan (Atom)
